Adalah sebuah Sekolah Adiwiyata di pesisir utara pulau jawa yang konsisten mengusung nilai - nilai luhur pendidikan dan mempunyai semangat juang yang tinggi untuk mendidik dan menciptakan generasi - generasi yang unggul dan berbudi pekerti luhur, sesuai dengan Visinya yaitu: "Mewujudkan Pendidikan yang bermutu dan berkualitas berdasarkan IMTAK dan IPTEK.”
Senin, 18 Juni 2012
Minggu, 17 Juni 2012
Permenpan No:16 th 2009
PERATURAN
MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI
NOMOR 16 TAHUN 2009
TENTANG
JABATAN FUNGSIONAL GURU
DAN ANGKA KREDITNYA
BAB VI
JENJANG
JABATAN DAN PANGKAT
Pasal 12
(1) Jenjang Jabatan Fungsional Guru dari yang terendah sampai dengan
yang tertinggi, yaitu:
a.
Guru
Pertama;
b.
Guru Muda;
c.
Guru
Madya; dan
d.
Guru
Utama.
(2) Jenjang pangkat Guru untuk setiap jenjang
jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yaitu:
a.
Guru
Pertama:
1.
Penata
Muda, golongan ruang III/a; dan
2.
Penata
Muda Tingkat I, golongan ruang III/b;
b.
Guru
Muda:
1.
Penata,
golongan ruang III/c; dan
2.
Penata Tingkat I, golongan ruang III/d.
c.
Guru
Madya:
1.
Pembina,
golongan ruang IV/a;
2.
Pembina
Tingkat I, golongan ruang IV/b; dan
3.
Pembina
Utama Muda, golongan ruang IV/c.
d.
Guru Utama:
1.
Pembina
Utama Madya, golongan ruang IV/d; dan
2.
Pembina
Utama, golongan ruang IV/e.
(3) Jenjang
pangkat untuk masing-masing Jabatan Fungsional Guru sebagaimana dimaksud pada
ayat (2), adalah jenjang pangkat dan jabatan berdasarkan jumlah angka kredit
yang dimiliki untuk masing-masing jenjang jabatan.
(4) Penetapan jenjang Jabatan Fungsional Guru untuk
pengangkatan dalam jabatan ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang
dimiliki setelah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit
sehingga dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai dengan pangkat dan
jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
Jumat, 15 Juni 2012
PENILAIAN KINERJA GURU
PENILAIAN KINERJA GURU
Penilaian kinerja guru dapat diartikan sebagai sebuah
proses penilaian pencapaian tentang unjuk kerja guru pada masa lalu atau saat
ini berdasarkan lingkungan kerja mereka dan tentang potensi masa depan guru
yang bermanfaat dan berkontribusi bagi kemajuan dan kualitas sekolah.
(Sedarmiyanti, 2008 : 270), menyatakan bahwa proses penilaian kinerja adalah
kegiatan mendesain untuk menilai prestasi individu atau kelompok yang
bermanfaat bagi organisasi.
Mangkunegara (2008 : 9-10) mendefinisikan penilaian
kinerja sebagai berikut :
a. Penilaian kinerja adalah suatu proses yang digunakan pemimpin untuk menentukan apakah seorang karyawan melakukan pekerjaanya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
b. Penilaian kinerja adalah evaluasi yang sistematis dari pekerjaan pegawai dan potensi yang dapat dikembangkan yang dapat dijadikan dasar sebagai penentu kebijakan dalam hal promosi jabatan atau penentuan imbalan.
c. Penilaian kinerja adalah kegiatan mengukur/menilai untuk menetapkan seorang pegawai/seorang karyawan sukses atau gagal dalam melaksanakan pekerjaannya dengan mempergunakan standar pekerjaan sebagai tolok ukurnya.
a. Penilaian kinerja adalah suatu proses yang digunakan pemimpin untuk menentukan apakah seorang karyawan melakukan pekerjaanya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
b. Penilaian kinerja adalah evaluasi yang sistematis dari pekerjaan pegawai dan potensi yang dapat dikembangkan yang dapat dijadikan dasar sebagai penentu kebijakan dalam hal promosi jabatan atau penentuan imbalan.
c. Penilaian kinerja adalah kegiatan mengukur/menilai untuk menetapkan seorang pegawai/seorang karyawan sukses atau gagal dalam melaksanakan pekerjaannya dengan mempergunakan standar pekerjaan sebagai tolok ukurnya.
Kinerja guru adalah proses atau hasil yang diraih
seorang guru atas tugas yang diberikan kepala sekolah sesuai dengan tanggung
jawabnya.
Kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi di sekolah,
perlu menciptakan suasan kerja yang kondusif, nyaman dan tenang. Bila
kegairahan kerja tertanam pada semua guru dan staf maka akan berpengaruh
terhadap aktivitas guru dan staf lainnya di sekolah. Kegairah kerja akan
berpengaruh pula terhadap moral kerja guru.
Beberapa faktor yang mempengaruhi moral kerja karyawan
dikemukakan Rachmawati (2008 : 16) sebagai berikut :
1.
Kesadaran akan tujuan organisasi;
2.
Hubungan antarmanusia dalam organisasi berjalan
harmonis;
3.
Kepemimpinan yang menyenangkan;
4.
Tingkatan organisasi;
5.
Upah dan gaji;
6.
Kesempatan untuk meningkat atau promosi;
7.
Pembagian tugas dan tanggung jawab;
8.
Kesempatan individu;
9.
Proses diterima dalam kelompok;
10. Dinamika
lingkungan;
11. Kepribadian.
Selanjutnya Sedarmayanti (2008 : 260-263) menjelaskan
bahwa program manajemen penilaian kinerja yang efektif hendaknya memenuhi
syarat-syarat berikut :
1. Relavance, hal-hal atau faktor-faktor yang diukur harus relavan (terkait) dengan pekerjaanya, apakah itu out put-nya, prosesnya, atau input-nya.
2. Sensitivity, sistem yang digunakan harus cukup peka untuk membedakan antara karyawan yang berprestasi dan yang tidak berprestasi.
3. Reliability, sistem yang digunakan harus dapat diandalkan,sahih, akurat,konsisten, dan stabil.
4. Acceptabiliy, sistem yang digunakan harus dapat dimengerti dan diterima oleh karyawan yang menjadi penilai maupun yang dinilai dan memfasilitasi komunikasi aktif dan kostruktif antarkeduanya.
1. Relavance, hal-hal atau faktor-faktor yang diukur harus relavan (terkait) dengan pekerjaanya, apakah itu out put-nya, prosesnya, atau input-nya.
2. Sensitivity, sistem yang digunakan harus cukup peka untuk membedakan antara karyawan yang berprestasi dan yang tidak berprestasi.
3. Reliability, sistem yang digunakan harus dapat diandalkan,sahih, akurat,konsisten, dan stabil.
4. Acceptabiliy, sistem yang digunakan harus dapat dimengerti dan diterima oleh karyawan yang menjadi penilai maupun yang dinilai dan memfasilitasi komunikasi aktif dan kostruktif antarkeduanya.
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan
bahwa yang menjadi fokus penilaian terhadap kinerja guru mencakup:
a.
Apa yang dilakukan seorang guru dalam periode
tertentu?
b.
Bagaimana cara guru yang dinilai melaksanakan
pekerjaanya selama periode tertentu?
c.
Mengapa guru melaksanakan pekerjaanya dengan
cara demikian?
d.
Seberapa baik potensi guru berpengaruh terhadap
kemajuan sekolah pada masa yang akan datang?
Hasil penilaian terhadap aspek-aspek tersebut
dibandingkan dengan hasil analisis pekerjaan yang sudah dibuat sebelumnya atau
dengan standar pekerjaan guru. Hasil spenilaian sangat berguna untuk mengetahui
apakah yang sudah dikerjakan guru sesuai atau belum sesuai dengan apa yang
seharusnya dikerjakan guru tersebut. Penilaian kinerja guru bertujuan untuk
mengetahui mengapa seorang guru melaksanakan pekerjaan seperti yang telah
dilakukannya.
Unsur penilaian kinerja guru menurut Departemen
Pendidikan Nasional (2004 : 35) yaitu :
1.
Pengembangan pribadi, dengan indikator aplikasi
mengajar, kegiatan ektrakurikuler, kualitas guru;
2.
Pembelajaran, dengan indikator perencanaan, dan
evaluasi;
3.
Sumber belajar, dengan indikator ketersediaan
bahan ajar, pemanfaatan sumber belajar;
4.
Evaluasi belajar, dengan indikator penyiapan
soal/tes, hasil tes program tindak lanjut.
Sumber: E_Kinerjaguru
Langganan:
Postingan (Atom)




