Kamis, 29 Maret 2012

PEMBUATAN TELUR ASIN (PENGASINAN TELUR)

Salah satu pendidikan muatan lokal SDN Kalinyamat Kulon 2 yang berbasis Lokal dan Global adalah salah satu program yang ternyata ikut mensukseskan Tegal Bisnis.
inilah contoh  Teori cara pembuatan Telor Asin siswa - siswi SDN Kalinyamat Kulon 2
Dasar Teori



Ada beberapa cara pengawetan telur antara lain dengan cara pengasinan atau penggaraman, dibuat tepung, dan dibuat pindang. Cara yang paling banyak dilakukan adalah dengan cara pengasinan menggunakan garam yang dicampur dengan batu bata merah halus. Selain itu juga dapat dilakukan dengan menggunakan abu maupun perendaman dalam larutan garam. Namun demikian menurut hasil percobaan maupun pengalaman akan lebih baik jika digunakan menggunakan bata merah. Memilih telur dapat dilakukan dengan cara pengamatan, peneropongan, dan dapat juga dimasukkan kedalam air. Bila mengapung maka telur tidak atau kurang baik dan apabila telur melayang atau tenggelam berarti baik.
Pembuatan telur asin dapat menggunakan telur bebek maupun telur ayam tetapi yang sering digunakan adalah telur bebek karena selain kulit cangkangnya tebal bila dibuat telur asin rasanya lebih enak. Sebelum dilakukan pengaweten telur harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran yang menempel selain untuk menjaga kebersihan juga untuk membuka pori-porinya. Dengan cara melihat telur yang telah lama dierami dan hampir menetas. Ternyata didalam telur terdapat mata kehidupan. Larutan garam mempunyai sifat plasmolisis sehingga dapat menerobos pori-pori kulit telur dengan tekanan. Telur asin yang baik dapat diamati dengan cara membelah telur asin yang baik dapat diamati dengan cara membelah telur asin yang sudah dimasak yaitu kuning telurnya berwarna kecoklatan dan masir.

Bahan

  • 4 butir telur bebek
  • Garam
  • Batu bata
  • Abu gosok
  • Air
Alat
  • Toples atau kaleng bekas
  • Nampan
  • Sendok
Cara Kerja
  • Pilih telur bebek yang bersih dan baik kemudian cuci hingga bersih.
  • Buat larutan garam 40 % dengan volume 200 liter jika ingin menggunakan cara perendaman, campuran garam dan batu bata merah 40 % dengan jumlah 300 gr jika ingin melakukan pembungkusan dengan batu bata, buat campuran garam dan abu dengan perbandingan 40 % dengan volume 150 gr jika ingin menggunakan pembungkusan dengan abu gosok.
  • Lakukan perendaman telur kedalam larutan garam para proses perendaman, dan pelumuran atau pembalutan dengan adonan jika ingin menggunakan batu bata atau abu gosok.
  • Simpan selama 7 sampai 10 hari.
  • Setelah disimpan selama 7 sampai 10 hari bersihkan telur dari pembungkusan untuk pembuatan menggunakan adonan batu bata atau abu gosok kemudian bersihkan dengan air, sedangkan untuk telur yang dilakukan proses perendaman maka hal tersebut tidak harus dilakukan kemudian direbus telur hingga masak.

 


    Selasa, 27 Maret 2012

    Study Tour SD Kal Kul 2 Th. 2011/ 2012

    Salah satu Program SD Negeri Kalinyamat Kulon 2 setiap tahun adalah adanya Program Study Tour yang biasanya hanya di ikuti oleh siswa-siswi kelas VI yang telah selesai menempuh UN (Ujian  Nasional). Lokasi: WaTER PaRK OWABONG




    Gambar dibawah ini juga salah satu program having Fun Study yang dilaksanakan setelah UTS (Ujian Tengah Semester) yang bertujuan agar siswa-siswi SDN Kal Kul 2 merasa lebih enjoy dalam belajar dan lebih Fresh saat menghadapi rutinitas belajar harian. Lokasi WATER PARK BAHARI KOTA TEGAL



    Selasa, 02 November 2010

    Dinkes Kota Tegal Gelar Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah 2010

    • PDF
    • Print
    • E-mail
    Untuk memberikan kekebalan kepada siswa dari penyakit atau kematian akibat penyakit Difteri dan Tetanus,  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal gelar Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini diberikan kepada kelas 1,2 dan 3 dan pelaksanaan BIAS tahun 2010 ini dimulai dari tanggal 25/10/2010 s/d 7/11/2010.

    Sasaran dari pelaksanaan BIAS ini menurut kepala seksi Promosi Kesehatan Dinkes Kota Tegal Yuli Prasetya, M.Kes adalah siswa SD kelas 1, 2 dan kelas 3 se Kota Tegal. Dijelaskannya untuk kelas 1 mendapatkan imunisasi Difteri Toksoid (DT) dan untuk kelas 2 dan 3 mendapatkan imunisasi Tetanus Toksoid. Untuk jumlah sasaran siswa yang diimunisasi dalam pelaksanaan BIAS tahun ini Yuli mengatakan, siswa yang menjadi sasaran untuk yang memperoleh imunisasi DT 5.244 siswa dan yang memperoleh imunisasi TT 10.655 siswa, sehingga total sasaran siswa yang mendapatkan imunisasi 15.899 siswa.
    Menurut Yuli, bagi siswa yang pada saat pelaksanaan BIAS ini berhalangan hadir, maka Dinkes akan melakukan penjaringan bagi siswa-siswa tersebut selama satu minggu setelah BIAS berakhir, sehingga diharapkan seluruh siswa kelas 1,2 dan 3 se Kota Tegal sudah terimunisasi semua.
    Selain bertujuan untuk memberi  kekebalan terhadap penyakit Difteri dan Tetanus, Yuli menyebutkan pelaksanaan BIAS juga dalam rangka mensukseskan komitmen global dimana tahun 2011 target seluruh dunia harus mencapai Eliminasi Tetanus Neonatorum ETN (upaya menurunkan angka kesakitan tetanus neonatorum hingga tidak menjadi masalah kesehatan dimasyarakat) hingga 1/1000 kelahiran hidup.
    Dalam keberhasilan pelaksanaan BIAS Dinkes didukung oleh beberapa sektor serta mitra kesehatan. Seperti Tim penggerak PKK yang memantau pelaksanaan BIAS yang di ikuti langsung oleh ketua tim penggerak PKK Rosalina Ikmal jaya dan Pokja IV Tim Penggerak PKK Kota Tegal, Senin (1/11) di SD Kraton 1,2,4 dan 5. Pemantauan tersebut meliputi sasaran, logistik tenaga pelaksanaan dan dokter pendamping pada pelaksanaan BIAS tahun 2010 ini.(tomi)
    Last Updated on Tuesday, 02 November 2010 07: